Rabu, 20 Agustus 2014

Pengemudi Becak Mau Audiensi Soal Pembangunan Under Pass




FKKB (Forum Komunikasi Keluarga Becak) Surakarta melakukan diskusi yang diawali dengan penyampaian sekilas hasil audiensi FKKB dengan Dishubkiminfo Surakarta beberapa waktu sebelumnya oleh ketua FKKB. Senin, 4/3/13 di Depan Stasiun Purwosari Solo diskusi dilanjutkan dengan paparan mengenai UU No 25 th 2009 tentang pelayanan publik. Memang sebagian besar pengemudi becak belum tahu akan undang-undang ini. Meskipun hanya sekilas penyampaian tentang UU tersebut para peserta semakin bersemangat untuk berupaya terlibat berpartisipasi dan mengawasi pelayanan publik khususnya yang berkaitan dengan kehidupan mereka yaitu masalah lalu lintas.
Para peserta mengakui bahwa kehidupan dari mengemudi becak saat ini semakin mengalami kesusahan karena banyaknya muncul alat-alat  trasnportasi baru. Disamping itu saat ini memang sangat jarang sekali anak muda yang mau mencari nafkah dengan mengemudi becak meskipun orang tuanya dulu tukang becak. Banyaknya areal parkir dan sarana pasar modern membuat orang muda saat ini lebih memilih jadi tukang parkir. Akhirnya saat ini tukang becak tinggal yang tua-tua. Meskipun jumlahnya semakin sedikit itu tetap harus diperjuangkan.
Berdasarkan dari informasi media massa bahwa di kawasan rel Stasiun Purwosari dan beberapa persimpangan rel dengan jalan raya di Solo yang akan dibangun under pass. Maka dalam diskusi tersebut para tukang becak ingin mengatahui kebenaran informasi tersebut. Para peserta juga sangat berharap jika memang pembangunan tersebut memang akan dilakukan juga tidak akan mengganggu bahkan mematikan mereka dalam mencari rezqi dari mengemudi becak yang jalur-jalurnya juga harus melalui kawasan tersebut.
Untuk itu para peserta sepakat ketika akan melakukan pembangunan under pass mereka juga dilibatkan agar kepentingan pengemudi becak juga tetap diakomodir. Syukur kalau tukang becak bisa memberikan desain untuk pembangunan under pass. Para peserta bersepakat untuk melakukan audiensi ke instansi terkait akan persoalan tersebut. Sebagai  RTL-nya dalam pertemuan yang akan datang adalah penyiapan bahan auidensi terkait isu pembangunan under pass di Kota Solo. 

Oleh: Sulatri
Pegiat Pattiro Surakarta
 

Teknik Berbicara didepan Publik Ala Gapoktan

Oleh Sulatri, Pegiat Pattiro Surakarta

Berawal dari koordinasi dengan ketua Gapoktan Tri Manunggal Tani, Supadi yang mengalami banyak kendala ketika ingin mendelegasikan anggotanya dalam forum-forum umum selain kelompok tani. Maka dipilihlah dalam pertemuan ini diskusi dengan tema teknik berbicara di depan publik, (16/2/13). Hal ini tidak lepas karena kendala sulitnya para anggota gapoktan berbicara di depan umum sehingga mereka tidak mau didelegasikan. Bahkan meski sudah didelegasikan diforum juga tidak bisa menjadi peserta yang aktif bisa menyampaikan pendapatnya di forum apalagi melakukan presentasi.

Dengan metode uji coba para anggota gapoktan melakukan praktek sendiri-sendiri di depan forum dan salah seorang menjadi moderator. Teryata  ada beberapa hal yang bisa dipelajari untuk bisa berbicara di depan publik.
Ketika tampil didepan publik ada beberapa hambatan yang sering muncul.  Antara lain yaitu: ketidaksesuaian antara pikiran dengan perkataan, malu, kurang percaya diri, pendidikan kurang atau rendah (bukan hanya pendidikan formal). Peserta tidak aktif, kurangnya pemahaman materi yang akan disampaikan, harus mengikuti aturan, takut salah, ketakutan apakah materi sesuai forum atau tidak dan juga rasa tidak tenang.

Untuk mengatasinya para peserta menyimpulkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Antara lain: penguasaan materi, persiapan diri, perlunya percaya diri. Paham materi yang akan dibawakan, juga paham pesertanya siapa. Intonasi bicara harus jelas, memperhatikan tatakrama, harus latihan. Mengatur pernafasan, adanya keberanian, tidak takut salah dan tiak menjadi orang lain.  

Menggugah Partisipasi Masyarakat dalam Pelayanan Publik di Kota Surakarta

oleh Sulatri, Pegiat Pattiro Surakarta

Dalam  diskusi ini sebagai awalan memulai diskusi di FKKP, koordinator FKKP bersama Pattiro memilih tema Menggugah Partisipasi Masyarakat dalam Pelayanan Publik di Kota Surakarta, Rabu, 20/2/13. Dengan tema ini diharapkan para peserta mengetahui latar belakang hal apa yang akan dibahas dipertemuan-pertemuan selanjutnya.

Secara umum para kader posyandu memang sudah paham akan partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik. Hal ini tudak lepas karena mereka juga merupakan salah satu stakeholder yang ikut bergerak di bidang kesehatan. Bahkan FKKP ini juga sudah sering diajak koordinasi dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan oleh DKK (Dinas Kesehatan Kota) Surakarta.
Akan tetapi memang masih banyak disayangkan bahwa sangat susah untuk mengajak kader posyandu untuk ikut aktif mewarnai kebijakan publik di Kota Surakarta meskipun sudah banyak para kader posyandu di PKK di Kota Surakarta. “Jangankan mewarnai kebijakan publik untuk ikut memperjuangkan haknya kader posyandu saja mereka masih cenderung diam saja”, kata Bu Rully, koordinator FKKP.
Nah melalui forum ini FKKP ingin kembali mengajak kader posyandu untuk audiensi ke DPRD menanyakan sekaligus memperjuangkan usulan anggaran untuk posyandu pada moment anggaran perubahan APBD 2013. Hal ini berdasarkan pengalaman FKKP saat pertama kali didampingi Pattiro Surakarta untuk audiensi ke DPRD. Untuk itu perlu persiapan materi dan teknis dalam pertemuan selanjutnya.
Selain itu peserta juga menginginkan banyak kader posyandu yang ikut dalam wadah diskusi FKKP sehingga diskusi semakin hidup dan berbagai informasi kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan posyandu bisa diterima, tersosialisasikan dan bisa ditindaklanjuti. Dan peserta bisa mendapatkan berbagai ilmu dan sharing pengalaman sebagai bekal untuk melakukan partisipasi dan pengawasan dalam pelayanan publik.

Sosialisasi usulan FKKB Renja APBD 2014

Oleh; Sulatri, Pegiat Pattiro Surakarta

Sehubungan dengan adanya moment yang sedang hangat sebagai media partisipasi warga dalam Rencana Kerja APBD 2014 dimana FKKB (Forum Komunikasi Keluarga Becak) Surakarta merupakan salah satu CSO yang sudah lama berdiri di Kota Surakarta maka pada diskusi ini mengambil tema untuk sosialisasi usulan FKKB 2014 yang belum semua anggotanya tahu, kamis(7/2/13).
            Ada beberapa usulan yang disampaikan oleh FKKB kepada SKPD terkait. Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemui FKKB memberikan usulan kegiatan dalam beberapa SKPD. Untuk Dishubkominfo usulannya yaitu: Pengecatan becak nuansa budaya Kota Solo, Pengadaan argometer untuk becak. Adanya lahan parkir becak dipangkalan-pangkalan,  Mall, pasar, Stasiun, Terminal dan sebagainya. Pengadaan kostum/seragam becak. Adanya pendataan pengemudi becak perpaguyuban. Memfungsikan jalur lambat  sebagai jalur tidak bermotor dan bukan sebagai lahan parkir. Adanya perda sendiri berkaitan dengan becak. Di pasangnya papan petunjuk jalan misalnya mana yang boleh lewat dan tidak boleh lewat, contoh jalur bebas kendaraan bermotor.
            Untuk Disperindag usulannya yaitu: Adanya bantuan  modal untuk istri pengemudi becak. Adanya bantuan bergulir untuk pengemudi becak. Sedang untuk Disparta usulannya yaitu Pengecatan becak nuansa budaya Kota Solo.

            Karena peserta yang diharapkan datang ternyata sedikit dalam forum ini para peserta diskusi mengusulkan untuk audiensi dengan Dishubkominfo dengan atas nama FKKB sendiri untuk menyampaikan usulan tersebut dan berbagai permasalahan yang ditemui yang lain yang belum tercantum disini. Dan juga sosialisasi terhadap pengemudi becak yang tidak bisa ikut diforum ini. Disamping menyampaikan usulan yang tertulis nanti disepakati para anggota juga menyampaikan berbagai usulan yang belum tertulis di forum ini. Untuk loby ke SKPD terkait langsung ditangani koordinator FKKB, Sardi Ahmad.